Pentingnya Memulai Investasi Rumah Kontrakan dengan Jeli

Itt Watermark – Seorang karyawan seperti Anda mungkin sedang merasa jenuh, atau malah tidak merasa puas dengan penghasilan bulanan. Dalam kondisi seperti itu Anda mempertimbangkan mencari penghasilan tambahan dengan cara, misalnya, memulai investasi rumah kontrakan.

Tentu saja investasi di bidang penyewaan rumah menjadi satu opsi dari sekian banyak pilihan investasi lainnya. Seseorang bisa mendapatkan penghasilan pasif dalam jangka waktu bulanan atau tahunan.

Nah, sebelum berbicara lebih lanjut tentang kemungkinan investasi di bidang penyewaan rumah, mari kita pelajari dulu keuntungan dan kekurangan berinvestasi di bidang ini.

Ini dia keuntungan investasi rumah kontrakan

Beberapa keuntungan berikut ini bisa jadi bahan pertimbangan sebelum mulai berinvestasi di bidang rumah kontrakan:

  1. Keuntungan kotor lumayan tinggi

Investasi di bidang penyewaan rumah memang menjanjikan, terutama karena janji keuntungan kotor tinggi yang bisa diperoleh darinya.

Dengan kata lain, manfaat langsung yang diperoleh dari menyewakan rumah kepada pihak ketiga membuat investasi jenis ini jauh lebih berharga ketimbang, misalnya, investasi tanah.

  1. Sewa yang nilainya meningkat tiap tahun

Kalau nilai jual rumah Anda ditaksir Rp 250 juta, misalnya, Anda bisa menyewakan rumahnya sebesar 5% dari nilai tersebut, alias sekitar Rp12,5 juta per tahun.

Nilai sewa tersebut berpotensi naik setiap tahun sekitar 10 persen – 15 persen. Itu kenapa menyewakan rumah kepada pihak lain menjanjikan keuntungan lumayan tinggi setiap tahunnya.

  1. Rumah bisa digunakan sebagai jaminan

Rumah yang Anda sewakan bisa digunakan sebagai jaminan, misalnya ketika Anda berniat mengambil kredit usaha di lembaga keuangan bank.

Kekurangan investasi rumah kontrakan yang harus diketahui

Sebagaimana jenis investasi lain, rumah kontrakan juga tidak lepas dari kekurangan. Apa yang bisa kita pelajari dari kekurangan investasi rumah kontrakan?

  1. Penghasilan bersih relatif rendah

Walau ada potensi kenaikan penghasilan kotor dari tahun ke tahun, namun penghasilan bersih yang dapat diperoleh dari penyewaan rumah kontrakan sebetulnya relatif rendah.

Ini dikarenakan biayanya sudah ditentukan di awal dan biasanya pemilik tidak menyertakan biaya tambahan lain.

Rata-rata potensi penghasilan bersih rumah kontrakan sekitar 3 persen hingga 5 persen. Jumlah ini jauh lebih kecil ketimbang penyewaan ruko maupun kios.

  1. Penyewa yang tidak setia

Biasanya seseorang paling lama menghuni rumah kontrakan selama 2 tahun. Setelah itu dia akan kembali mencari rumah kontrakan lain yang bisa memenuhi kepentingannya yang juga semakin besar.

Nah, di titik ini investasi rumah kontrakan merupakan satu jenis investasi yang jangka waktunya relatif pendek. Beda dengan rumah ruko, misalnya, yang biasanya disewa dalam jangka panjang karena dipakai sebagai lokasi usaha.

  1. Resiko tidak terawat

Seorang penyewa rumah yang mengontrak di properti Anda mungkin bukan tipe orang yang peduli dengan perawatan rumah.

Jadilah dia seorang penyewa yang lepas tangan terhadap perawatan rumah yang ditempatinya; sekali pun dalam hal kecil. Dan kalau sudah begini, ada resiko rumah Anda menjadi tidak terawat ketika penyewa sudah selesai mengontrak di properti Anda.

Mindset mengutamakan penyewa

Sampai di sini Anda tentu sudah bisa mempelajari keuntungan dan kekurangan menginvestasikan properti Anda di bidang kontrakan rumah.

Pada dasarnya investasi jenis ini bukan cuma soal perolehan keuntungan yang stabil dan cenderung merangkak naik setiap tahun. Lebih dari itu, penyewaaan properti juga menuntut kesiapan pemilik guna memberikan properti dengan kualitas terbaik kepada calon penyewa/konsumen.

Untung dan rugi sudah pasti hadir sebagai kemungkinan. Namun investasi rumah kontrakan tetap menjanjikan hasil maksimal bila Anda mampu mengutamakan kepuasan calon penyewa.

Leave a Comment