Maret – Mei 2021: Momen Paling tepat Beli Mobil

Itt Water Mark – Pengusaha kendaraan bekas menyambut baik keputusan pemerintah memberlakukan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil baru sebesar 0 persen.

Harga mobil baru diharapkan turun sehingga pasar otomotif diharapkan bergairah kembali. Dealer mobil baru siap menurunkan harga mobil jika kendaraan bermotor dikenakan pajak PPnBM 0 persen.

Efeknya diharapkan merembet bukan hanya pada bidang penjualan mobil baru, tapi juga mobil bekas. Dengan kata lain, bila nantinya ada kenaikan penjualan mobil baru, maka permintaan mobil bekas juga diharapkan ikut meningkat.

Hal itu terjadi karena pasar mobil bekas akan melakukan koreksi harga.

Namun, karena insentif pajak 0 persen untuk mobil baru hanya berlangsung tiga bulan selama Maret hingga Mei, berarti penurunan harga di pasar mobil bekas praktis berlangsung tidak lama

Namun, kebijakan ini tentunya berdampak pada para penjual mobil bekas. Setidaknya ada tiga dampak diskon PPnBM mobil baru terhadap penjualan mobil bekas:

  1. Dealer akan menurunkan harga

Dalam 3 bulan pertama pemberlakuan kebijakan di mana relaksasi PPnBM berlaku untuk kategori sedan dan mobil 4×2 dengan kurang dari 1.500 cc, pedagang mobil bekas akan mengalami koreksi laba atau laba bersih.

Pasalnya, dealer mobil bekas juga harus menurunkan harga jual mobil bekas yang sebelumnya dibeli dengan harga normal. Bagi konsumen, bulan Maret hingga Mei adalah waktu paling tepat untuk membeli mobil

  1. Potongan harga untuk mobil favorit

Harga mobil akan terkoreksi dalam jumlah signifikan selama bulan Maret hingga Mei 2021. Ambil contoh bila seorang konsumen ingin membeli Avanza, misalnya.

Misalkan harga Avanza saat ini Rp 220,55 juta. Maka setelah PPnBM diberlakukan, harganya menjadi Rp 196,7 juta. Harga tersebut sudah termasuk diskon dari dealer sebesar Rp 10 juta.

  1. Lebih banyak keuntungan bagi pembeli mobil bekas

Diskon yang diberikan setelah relaksasi PPnBM diberlakukan bukan hanya menguntungkan bagi pembeli mobil baru, atau orang-orang yang berniat membeli mobil baru, namun juga bagi orang yang tertarik membeli mobil bekas.

Lagi-lagi kita bisa mengambil contoh Toyota Avanza, misalnya, yang kadung dikenal sebagai mobil bekas yang paling mudah laku.

Selama 2015 – 2018, harga jual Toyota Avanza bekas berada di kisaran Rp 110 juta hingga Rp 180 juta. Dengan diberlakukannya PPNbM, harga Avanza bekas diprediksi turun hingga menjadi Rp 140 jutaan.

Tips beli mobil baru di tengah relaksasi PPNbM

Diskon satu hal, kejelian beli mobil baru jadi lain hal yang mesti diperhatikan.

Jadi walau bulan Maret hingga Mei jadi momen paling tepat untuk bawa pulang mobil baru, berikut beberapa hal yang sebaiknya jadi perhatian.

Perhatikan skema pembiayaan

Akan tetap lebih menyenangkan bila Anda membeli mobil dengan cicilan yang hemat. Karena itu skema pembiayaan mobil – baik bekas maupun baru – harus tetap diperhatikan.

Jadi jangan lupa mencari program pembelian mobil yang menawarkan cicilan bulanan lebih ringan. Anda bisa menanyakan ketersediaannya kepada dealer bersangkutan.

Bagaimana bila beli mobil pertama?

Usahakan pilih yang sesuai dengan kebutuhan. Bukan cuma masalah diskon harga mobil yang harus diperhatikan, tapi juga fungsionalitas kendaraan.

Tipe city car atau hatchback cenderung lebih cocok bagi pasangan yang baru menikah. Namun kalau menginginkan kursi yang lebih banyak, pilihlah Low MPV atau Low SUV.

Beli disaat promo

Jangan cuma manfaatkan relaksasi PPNbM, perhatikan juga program promo yang ditawarkan dealer. Dengan memanfaatkan promo tertentu, harga mobil dan biaya cicilan bisa ditekan serendah mungkin.

Sedemikian banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan beli mobil baru di bulan Maret hingga Mei 2021. Jadi kalau Anda sudah berencana bawa pulang mobil baru, tiga bulan itu merupakan momen terbaik.

Leave a Comment